Halsel – haluanmalutnews.com. Masyarakat Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, mempertanyakan realisasi pembayaran potensi desa yang telah disepakati bersama seorang kontraktor bernama Billy. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan proyek pembangunan bronjong pascabencana yang tengah dikerjakan di desa Jojame.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Kamis (30/4/2026), Billy diketahui menangani proyek bronjong sebagai bagian dari upaya penanganan dampak bencana di wilayah Desa Jojame.
Dalam pelaksanaan proyek pembangunan Bronjong tersebut seluruh bentuk material diambil dari desa jojame baik pasir maupun batu demi melancarkan pembanguna bronjong tersebut.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat setempat mengajukan permintaan kontribusi potensi desa sebesar Rp50 Juta Namun, setelah melalui proses negosiasi, pihak kontraktor hanya menyanggupi Rp25 juta dan angka tersebut akhirnya disepakati bersama.
Meski telah ada kesepakatan, hingga saat ini masyarakat mengaku belum menerima pembayaran potensi desa yang dijanjikan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan dan kekecewaan di kalangan warga yang merasa hak mereka belum dipenuhi sesuai hasil kesepakatan.
Salah satu warga Desa Jojame yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa masyarakat telah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor untuk meminta kejelasan. Namun, respons yang diterima dinilai belum memberikan kepastian.
“Sudah kami koordinasi, tapi Billy menyampaikan harus menghadirkan bendahara desa yang lama,” ungkapnya.
Permintaan tersebut justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mulai meragukan alasan di balik permintaan menghadirkan bendahara desa sebelumnya, bahkan muncul dugaan adanya hal yang belum transparan antara pihak kontraktor dan aparat desa lama.
Sejumlah warga berharap agar persoalan ini dapat segera diselesaikan secara terbuka. Mereka meminta pihak kontraktor menunjukkan itikad baik dengan memberikan penjelasan resmi serta memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor Billy masih dalam proses konfirmasi oleh media untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dan klarifikasi resmi terkait persoalan tersebut.
Masyarakat Desa Jojame kini menanti jawaban yang jelas demi memastikan hak mereka terpenuhi dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
(Ay/Red)












