Halsel – haluanmalutnews.com. Warga bersama mahasiswa asal Desa Silang, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Resor (Polres) Halsel, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan terhadap aparat kepolisian agar menangani konflik antara Desa Silang dan Desa Liaro secara adil dan transparan.
Massa aksi yang datang secara berkelompok itu menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta kejelasan perkembangan penanganan kasus serta menghentikan dugaan tindakan intimidasi terhadap para tersangka.
Orator aksi, Sumitro A. Komdan, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya menilai proses hukum yang berjalan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan. Ia menyebut, meskipun tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam konflik yang terjadi beberapa bulan lalu, namun terdapat indikasi intimidasi yang dialami para tersangka selama proses penyelidikan.
“Kami menilai ada dugaan intimidasi terhadap para tersangka dalam proses penyelidikan. Hal ini tidak boleh terjadi karena mencederai prinsip penegakan hukum yang adil dan profesional,” ujar Sumitro dalam bobotan orasinya
Lanjut Sumitro, dalam kasus kami menilai dan menduga ada konspirasi politik para kalangan atas hingga seakan-akan hukum tajam kebawa tumpul keatas, Artinya bahwa hukum berlaku untuk rayat dan tidak berlaku bagi kalangan atas. Herannya
Selain itu, pihaknya juga menyoroti laporan masyarakat Desa Silang terkait dugaan teror dan ancaman yang dilakukan oleh oknum warga Desa Liaro pasca penetapan tersangka. Menurut Sumitro, laporan tersebut hingga kini belum mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari pihak Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Halsel.
“Laporan dugaan teror dan ancaman harus segera ditindaklanjuti agar tidak memicu konflik baru antara kedua desa. Sebelumnya konflik ini sudah dimediasi oleh pihak kepolisian dan Pemerintah Daerah Halsel,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak Kapolres Halsel untuk menemui mereka dan memberikan penjelasan secara terbuka terkait perkembangan kasus yang sedang ditangani. Mereka menilai transparansi sangat penting guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Aksi sempat diwarnai ketegangan antara massa dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi. Dorong-dorongan kecil terjadi ketika massa berupaya mendekati area dalam Mapolres. Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah koordinator aksi mengimbau massa untuk tetap tenang dan menjaga ketertiban.
Hingga aksi berlangsung, massa tetap bertahan di depan Mapolres sambil menunggu respons dari pihak kepolisian.
Mereka berharap tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga stabilitas keamanan dan mencegah konflik lanjutan di wilayah tersebut.
Aksi ini mencerminkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penegakan hukum di wilaya polres Halsel. Warga berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam menyelesaikan kasus konflik antarwarga tersebut, sehingga perdamaian yang telah dibangun dapat tetap terjaga.
(Ay/Red)


